Sabtu, 31 Oktober 2015

AIR DAN GARAM

Seorang Guru Sufi mendatangi seorang seorang muridnya yang akhir-akhir ini wajahnya selalu murung. Kemudian ia bertanya :
Guru         : Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? .
Murid        :Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, jawab sang murid muda.
Guru         :   (terkekeh)Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.
                     (Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa segelas air dan segenggam garam sebagaimana yang diminta gurunya)
Guru         :Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke dalam ari di dalam gelas itu itu, Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.
                      (Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.)
Guru         :Bagaimana rasanya?
Murid        : Asin, dan perutku jadi mual, (dengan wajah yang masih meringis)
Guru         : (terkekeh melihat muridnya)
                 Sekarang kau ikut aku. (Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka.)
                 Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.(pinta sang guru)
Murid        : (menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan gurunya, begitu pikirnya dalam hati sang murid)
Guru         : Sekarang, coba kau minum air danau itu, (sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau)
Murid        : (menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya, terasa air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya)
Guru         :  Bagaimana rasanya?
Murid        :Segar, segar sekali, (sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah).
                     Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.
Guru         :Terasakah rasa garam yang kau taburkan tadi?
Murid        :Tidak sama sekali, (sambil mengambil air dan meminumnya lagi.
Guru         : (tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.)
                  Nak, Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah,  sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, yang bebas dari penderitaan dan masalah, walaupun dia seorang Nabi sekalipun”.
Murid        : (terdiam, mendengarkan)
Guru         :Tapi Nak, rasa `asin dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati  dalam dadamu itu sebesar danau yang mampu menghilangkan rasa segenggam garam yang kau tabor tadi”


Semoga bisa membuka pikiran, dan menjadikan yang kesulitan membuka hatinya, percayalah tuhan tidak memberikan ujian melebihi batas kemampuan kita,,  Keep positive thinking, be the positive man!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar